i love Rupert Grint! :D

Sunday, April 30, 2017

PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA BERDASARKAN IKLIM


Persebaran Flora dan Fauna di Dunia
Makhluk hidup di bumi hidup di sebuah sistem bernama biosfer. Biosfer dapat diartikan sebagai seluruh tempat di bumi yang mendukung keberadaan makhluk hidup. Jika diperhatikan, makhluk hidup di bumi tersebar dengan tidak merata. Hal tersebut disebabkan karena beberapa faktor diantaranya adalah kondisi iklim (klimatik), keadaan tanah (edafik), pengaruh makhluk hidup (biotik), dan pengaruh tinggi rendahnya suatu tempat di bumi yang mempengaruhi intensitas sinar matahari.
A. Persebaran Flora di Dunia
Bioma tumbuhan di dunia pada umumnya dapat dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan letak garis lintang, ketinggian tempat, dan karakteristik tumbuhannya. Tiga macam bioma tersebut antara lain; bioma hutan, padang rumput, dan gurun. Ketiga bioma tersebut masih dibedakan lagi menjadi beberapa jenis lagi seperti yang akan dijelaskan di bawah ini:
• Hutan Hujan Tropis
Merupakan jenis hutan yang terdapat di sekitar khatulistiwa. Hutan hujan tropis umumnya memiliki curah hujan yang sangat tinggi yaitu antara 1000-2000mm dan suhu rata-rata antara 20oC-30oC. Salah satu ciri khas dari hutan hujan tropis ini adalah floranya yang homogen dengan pohon-pohon yang tinggi dan berdaun lebat sehingga hutan menjadi gelap. Daerah persebaran hutan jenis ini antara lain ada di sebagian Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik (Oceania), Amerika tengah, Amerika Selatan, Sebagian Afrika, dan Kepulauan Madagaskar.
• Hutan Gugur
Merupakan bioma yang terdapat di daerah yang beriklim sedang yaitu antara 30o-40o garis lintang. Hutan gugur mempunyai curah hujan antara 750-1000mm per tahun dan suhu rata-rata bulanan antara -2oC-18oC. Salah satu ciri khas dari hutan jenis ini adalah adanya pohon-pohon yang menggugurkan daunnya pada saat menjelang musim dingin atau musim panas untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
• Hutan Taiga
Adalah hutan yang didominasi oleh spesies pohon berdaun jarum seperti pinus, konifer, dan sejenisnya. Taiga adalah jenis hutan homogen yang hanya terdiri dari satu spesies tumbuhan saja. Jenis hutan ini banyak ditemukan di daerah belahan bumi utara yang beriklim dingin yang mengalami musim dingin lebih panjang daripada musim panas.
• Padang Rumput
Bioma jenis ini terdapat di daerah yang memiliki curah hujan yang sangat rendah, yaitu antara 200-500mm per tahun. Di beberapa tempat, daerah padang rumput memang mendapatkan curah hujan yang cukup tinggi yaitu hingga 1000mm, namun dengan frekuensi yang tidak teratur. Kondisi seperti inilah yang menyebabkan pepohonan sulit tumbuh di daerah seperti ini, yang ada hanyalah rerumputan yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan seperti ini. Terdapat dua jenis padang rumput yang kita kenal, yaitu sabana dan stepa. Sabana adalah padang rumput yang diselingi oleh beberapa pepohonan, sedangkan stepa adalah padang rumput yang sangat luas yang kadang diselingi oleh semak-semak.
• Gurun Pasir
Adalah daerah yang menerima curah hujan yang sangat sedikit, yaitu kurang dari 250mm per tahun. Daerah ini memiliki suhu yang sangat terik dengan penguapan yang sangat tinggi sehingga jarang terdapat tumbuhan yang bisa hidup di tempat ini. Tumbuhan-tumbuhan yang ada biasanya mempunyai akar yang sangat panjang dan berdaun kecil seperti duri untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ekstrim. Daerah gurun juga mempunyai amplitudo suhu harian yang sangat besar, suhu di malam hari dapat mencapai 10oC sedangkan pada siang hari dapat mencapai 40oC.
• Tundra
Adalah daerah yang mempunyai suhu udara yang sangat rendah, sehingga jarang terdapat tumbuhan di tempat ini. Tundra terdapat di daerah kutub yang sangat jarang mendapatkan sinar matahari secara langsung, sehingga matahari tidak akan terbit di tempat ini selama berbulan-bulan. Tumbuhan yang terdapat di daerah ini hanyalah lumut kerak dan beberapa tumbuhan musiman dengan masa pertumbuhan yang sangat pendek.

B. Persebaran Fauna di Dunia
Berdasarkan zona wilayah persebaran dan karakteristiknya, fauna-fauna di dunia dapat dibedakan menjadi beberapa tipe seperti Ethiopian, Oriental, Australis, Neotropikal, Neartik, Paleartik, dan Antartik.
• Fauna Ethiopian
Wilayah persebaran fauna Ethiopian meliputi seluruh Benua Afrika, Kepulauan Madagaskar, dan Semenanjung Arabia. Hewan-hewan yang terdapat di wilayah ini antara lain; gorila, gajah afrika, zebra, singa, trenggiling, kuda nil, unta, dan lain-lain.
• Fauna Oriental
Hewan-hewan yang terdapat di wilayah ini memiliki karakteristik yang cukup mirip dengan fauna tipe Ethiopian karena sama-sama terletak di wilayah tropis. Contoh fauna tipe oriental antara lain; gajah asia, badak, harimau, beruang, orang utan, rusa, serta beberapa jenis reptil dan ikan. Wilayah perbesaran fauna tipe oriental meliputi Asia Tenggara, Indonesia Barat, Asia Selatan, dan sebagian wilayah Asia Timur.
• Fauna Australis
Wilayah persebarannya meliputi seluruh Benua Australia, Selandia Baru, Kepulauan-Kepulauan Pasifik (Oceania), dan wilayah Indonesia Timur. Beberapa jenis hewan yang termasuk dalam tipe Australis antara lain kanguru, burung cendrawasih, kakaktua, kiwi, koala, platipus, dan beberapa jenis hewan berkantung (marsupial).
• Fauna Neotropikal
Meliputi wilayah beriklim tropis dan sedang di Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Fauna di wilayah neotropik terkenal akan jenis-jenis hewan vertebratanya yang sangat beragam seperti lama (sejenis unta), banteng, kukang, beberapa jenis kelelawar, jaguar, beberapa jenis reptil, burung, dan ikan endemik seperti piranha.
• Fauna Neartik
Meliputi wilayah Amerika Utara dan Greenland yang sebagian besar beriklim sedang hingga dingin. Beberapa jenis fauna yang hidup di zona ini antara lain bison, kalkun liar, antelop, kambing gunung, tupai, salamander, rakun, dan sebagainya.
• Fauna Paleartik
Meliputi wilayah Eropa, Eurasia, Himalaya, Afganistan, dan Persia. Contoh fauna yang terdapat di wilayah paleartik antara lain kuda, rusa, landak, serigala, beruang, ikan tuna, dan sebagainya.
• Fauna Antartik
Sesuai namanya, zona antartik meliputi seluruh wilayah Antartika (Kutub Selatan) yang beriklim dingin. Beberapa contoh hewan yang terdapat di wilayah ini antara lain pinguin, beberapa jenis ikan, rusa kutub, anjing laut, dan lain-lain.


Wardiyatmoko, K. 2012. Geografi untuk SMA/MA Kelas XII (KTSP 2006)(Jilid 3). Jakarta: Erlangga.

Saturday, April 29, 2017

BILANGAN BULAT DAN BILANGAN RIIL

Pengertian Bilangan
Bilangan adalah kumpulan angka yang menempati urutan dari sebelah kanan sebagai nilai satuan, puluhan, ratusan, ribuan dan seterusnya. Sedangkan pengertian bilangan menurut wikipedia yaitu suatu konsep matematika yang dipergunakan untuk pencacahan serta pengukuran.
Simbol dan lambang yang dipakai untuk mewakili suatu bilangan disebut dengan angka atau lambang bilangan. Di dalam matematika, konsep bilangan selama bertahun-tahun lamanya telah diperluas meliputi bilangan nol, bilangan negatif, bilangan rasional, bilangan irrasional, serta bilangan kompleks.

Bilangan Bulat dan Bilangan Riil
1. Bilangan Bulat
Bilangan bulat adalah himpunan bilangan bulat negatif, bilangan nol, dan bilangan bulat positif.
contoh : ...., -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, .....

2. Bilangan Riil
Bilangan riil adalah bilangan yang dapat dituliskan dalam bentuk desimal, seperti 2,86547… atau 3.328184. Dalam notasi penulisan bahasa Indonesia, bilangan desimal adalah bilangan yang memiliki angka di belakang koma “,” sedangkan menurut notasi ilmiah, bilangan desimal adalah bilangan yang memiliki angka di belakang tanda titik “.”. Bilangan real meliputi bilangan rasional, seperti 42 dan −23/129, dan bilangan irrasional, seperti π dan √2, dan dapat direpresentasikan sebagai salah satu titik dalam garis bilangan. Himpunan semua bilangan riil dalam matematika dilambangkan dengan R (berasal dari kata “real”).


Dewi Nuharini dan Tri Wahyuni. 2008. Matematika Konsep dan Aplikasinya untuk Kelas VIII SMP dan MTs. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

DIAGRAM VENN

Diagram venn adalah suatu cara menyatakan himpunan dengan menggunakan gambar. Cara ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang matematikawan yang berasal dari Inggris. Matematikawan tersebut adalah John Venn. Diagram venn dapat diartikan sebagai sebuah diagram yang didalamnya terdapat seluruh kemungkinan hubungan logika serta hipotesis dari sebuah himpunan benda ataupun objek. Berikut adalah contoh dari gambar diagram venn.



Sebuah diagram venn terdiri dari beberapa unsur. Seperti dapat kalian amati pada gambar di atas, bagian persegi panjang yang ada di bagian luar merupakan bagian yang disebut sebagai himpunan semesta. Sementara lingkaran yang ada di dalam persegi tersebut menyatakan himpunan dengan titik-titik yang menjelaskan tiap-tiap anggota dari himpunan tersebut. Agar lebih mudah dalam memahaminya, perhatikan dengan baik uraian di bawah ini:
Diketahui:

S = {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10}
A = {0, 1, 2, 3, 4}
B = {6, 7, 8}

Dari data di atas, himpunan S merupakan himpunan semesta. Di dalam diagram venn, himpunan semesta biasanya dituliskan dengan menggunakan simbol huruf S yang diletakkan di pojok kiri atas.

Sekarang amati himpunan A dan B. Anggota di dalam kedua himpunan tersebut tidak ada yang sama atau tidak ada anggota persekutuan. Sehingga, kedua himpunan tersebut dapat disebut sebagai himpunan yang saling lepas. Oleh sebab itu, gambar kurva (lingkaran) dari kedua himpunan tersebut harus digambarkan terpisah di dalam persegi panjang.

Kemudian, setelah itu barulah kita bisa memasukkan anggota dari masing masing himpunan A dan B ke dalam lingkaran-lingkaran tersebut. Sementara anggota dari himpunan S yang tidak terdapat diantara himpunan A maupun B bisa dituliskan di bagian luar dari lingkaran-lingkaran tersebut. Sehingga menghasilkan diagram venn seperti di bawah ini:




Dewi Nuharini dan Tri Wahyuni. 2008. Matematika Konsep dan Aplikasinya untuk Kelas VIII SMP dan MTs. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

PERKEMBANGBIAKAN ASEKSUAL DAN SEKSUAL PADA HEWAN

Sistem Perkembangbiakan pada Hewan (Reproduksi Aseksual dan Seksual)
Dalam mempertahankan eksistensi jenisnya, maka makhluk hidup perlu melakukan reproduksi. Berbagai mekanisme dalam reproduksi ditemukan pada makhluk hidup, dan juga pada hewan. Dalam berkembangbiak, dapat dilakukan dengan kawin ataupun tanpa perkawinan. Beberapa hewan dapat melakukan reproduksi secara kawin dan tak kawin dalam siklus hidupnya. Berikut uraiannya:

a. Reproduksi Aseksual (Vegetatif)
Reproduksi yang terjadi tanpa proses peleburan sel gamet. Individu baru muncul dari bagian tubuh induk. Beberapa hewan melakukan reproduksi aseksual, karena bagian dari siklus hidupnya, dan beberapa karena pengaruh lingkungan yang ekstrim. Sifat individu yang terbentuk dari reproduksi aseksual adalah 100% mirip dengan induk. Oleh karena itu, terdapat sedikit variasi genetik yang ditemukan pada individu hasil reproduksi ini. Macam-macam reproduksi aseksual:
1. Tunas (Budding)
Pemisahan individu baru dari tubuh induk. Individu ini terbentuk dari tonjolan pada bagian tubuh induk. Seperti karakteristik dari pertunasan pada umumnya, individu akan tumbuh disekitar posisi induk, sehingga akan terbentuk koloni dari hewan tersebut. Pertunasan biasanya terjadi pada hewan yang sesil (menempel di dasar perairan). Contoh: porifera, hydra, dan terumbu karang.
2. Fragmentasi
Terbentuknya individu baru dari potongan-potongan tubuh induk. Hewan yang mampu melakukan fragmentasi memilki daya regenerasi yang tinggi, sehingga tiap potongan dapat tumbuh menjadi individu baru. Contoh: spons, cacing pipih, dan hewan invertebrata lainnya.
3. Membelah Diri (Fussion)
Memisahnya tubuh induk menjadi dua individu yang sama besar.

b. Reproduksi Seksual (Generatif)
Reproduksi atau perkembangbiakan secara generatif melibatkan peleburan (fertilisasi) dua macam sel gamet, sperma (gamet jantan) dan ovum (gamet betina). Individu yang terbentuk akan mewarisi kedua sifat induk yang akan memunculkan sifat yang menonjol. Kombinasi genetik pada reproduksi seksual meningkatkan variasi genetik pada tingkat spesies. Reproduksi seksual menghasilkan individu baru yang tidak sama persis dengan induk. Berdasarkan tempat bertemunya sel gamet, reproduksi dibedakan menjadi:
1. Fertilisasi Internal
Peleburan sel gamet jantan dan sel gamet betina terjadi di dalam tubuh hewan betina. Pada mekanisme ini hewan akan dilengkapi dengan alat kopulasi. Alat kopulasi ini akan membantu menghantarkan pertemuan sel gamet. Penis merupakan alat kopulasi pada beberapa jantan, dan vagina alat kopulasi pada hewan betina. Hewan jantan melepaskan berjuta-juta sel gamet melalui alat kopulasi ke dalam alat reproduksi betina. Kemudian sel-sel sperma ini akan “berlari” mencari keberadaan ovum, hanya satu sperma yang dapat membuahi satu telur. Berdasarkan cara perkembangan embrio dibedakan menjadi:
• Bertelur (OVIPAR)
Embrio akan berkembang di luar tubuh induk dengan struktur yang bercangkang. Telur embrio akan dikeluarkan dari tubuh induk. Cangkang ini tersusun atas zat kapur yang melindungi telur embrio dari kehilangan air. Berkembang diluar tubuh tidak menghalangi perkembangan embrio. Telur embrio telah dilengkapi dengan kantung kuning (yolksacs) yang merupakan nutrisi untuk menyuplai perkembangan embrio selama di dalam cangkang. Hewan memiliki waktu yang bervariasi dalam perkembangan embrionya, hal ini dapat ditujukan dengan ukuran telurnya. Semakin besar ukuran telur maka kantung kuning semakin besar, artinya perkembangan embrio semakin lama. Dibutuhkan panas dalam proses pertumbuhan embrio di dalam cangkang, oleh karena itu, induk akan melakukan suatu cara untuk menghangatkan anaknya di dalam telur. Beberapa induk mengerami telurnya (ayam, burung, unggas lainnya) dan beberapa menguburnya di dalam pasir atau tumpukan serah-serah daun (penyu, ular, dll). Beberapa induk akan menunggu sampai anaknya menetas, dan ada yang meninggalkan anaknya.
• Melahirkan (VIVIPAR)
Embrio berkembang di dalam tubuh induk betina (rahim). Embrio akan mendapat suplai makanan dari pembuluh darah induk melalui hubungan plasenta. Embrio akan berkembang di dalam rahim induk betina dalam masa mengandung yang waktunya sangat bervariasi pada tiap-tiap hewan. Contoh: sebagian besar mamalia, termasuk manusia.
• Bertelur melahirkan (OVOVIVIPAR)
Suatu kombinasi antara bertelur dengan melahirkan. Pada perkembangan ini, embrio disimpan dalam telur tak bercangkang di dalam tubuh. Telur-telur ini dilengkapi dengan kantung kuning untuk menyuplai perkembangan embrio. Sampai waktu yang ditentukan, telur-telur ini pecah di dalam tubuh induk betina, dan keluar dari tubuh betina. Contoh: beberapa reptil (kadal, dll).

2. Fertilisasi Eksternal
Peleburan sel gamet jantan (sperma) dan sel gamet betina (ovum) yang terjadi di luar tubuh. Hewan jantan akan merangsang hewan betina untuk menyemprotkan ovum, sedang hewan jantan akan melepaskan sel spermanya di wilayah yang berair. Diperlukan media air untuk memperantai pertemuan kedua sel gamet ini. Oleh karena itu, peleburan macam ini biasanya terjadi pada hewan-hewan di lingkungan akuatik, seperti ikan dan katak. Selain itu, wilayah berair akan melindungi telur-telur embrio dalam masa perkembangannya, hal ini dikarenakan telur embrio yang terbentuk tidak memiliki cangkang dan memerlukan kadar kelembapan yang tinggi. Jika telur-telur ini dipindahkan ke wilayah yang kering (daratan) maka menyebabkan telur-telur ini mengering dan akan merusak perkembangan embrio. Pada beberapa hewan air, telur akan berkembang menjadi bentuk larva bersilia yang akan mengembara menempel di dasar perairan membentuk koloni baru, atau fase sesil (menempel didasar perairan) untuk perkembangan vegetatif. Contohnya ditemukan pada spons, ubur-ubur, dll.


Campbell, N.A. dkk. 2009. Biology 8th edition. Pearson Benjamin Cummings: San Francisco.

EFEK RUMAH KACA

Efek rumah kaca (greenhouse effect) memegang peranan penting dalam melindungi kelangsungan makhluk hidup di muka bumi. Disebut sebagai pelindung, karena gas karbondioksida, metana dan jenis lain, termasuk uap air, dalam konsentrasi seimbang berfungsi menahan energi panas matahari yang memancarkan sinaranya ke bumi, sehingga permukaannya selalu dalam kondisi hangat. Tanpa adanya gas dan uap air, bisa jadi bumi beserta makhluk hidup yang menghuninya akan membeku. Namun, rumah kaca juga akan menjadi bencana bila terjadi peningkatan konsentrasi gas. Peningkatan konsentrasi ini terjadi karena penggunaan sumber daya fosil (minyak bumi, gas alam, dan batu bara misalnya), penggundulan hutan, dan pembakaran hutan yang dilakukan secara berlebihan. Efek yang ditimbulkan adalah perubahan iklim secara global.

Proses terjadinya efek rumah kaca yaitu, dalam rumah kaca (greenhouse) yang digunakan dalam budidaya terutama di negara yang mengalami musim salju, atau percobaan tanaman dalam bidang biologi dan pertanian, energi matahari (panas) yang masuk melalui atap kaca sebagian dipantulkan keluar atmosfer dan sebagian lainnya terperangkap di dalam greenhouse sehingga menaikkan suhu di dalamnya.

Contoh lain yang dapat mengilustrasikan kejadian efek rumah kaca adalah, ketika kita berada dalam mobil dengan kaca tertutup yang sedang parkir di bawah terik matahari. Panas yang masuk melalui kaca mobil, sebagian dipantulkan kembali ke luar melalui kaca tetapi sebagian lainnya terperangkap di dalam ruang mobil. Akibatnya suhu di dalam ruang lebih tinggi (panas) daripada di luarnya.

Matahari merupakan sumber energi utama dari setiap sumber energi yang terdapat di bumi. Energi matahari sebagian besar dalam bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Energi ini mengenai permukaan bumi dan berubah dari cahaya menjadi panas. Permukaan bumi kemudian menyerap sebagian panas sehingga menghangatkan bumi, dan sebagian dipantulkannya kembali ke luar angkasa. Menumpuknya jumlah gas rumah kaca seperti uap air, karbondioksida, dan metana di atmosfer mengakibatkan sebagian dari panas ini dalam bentuk radiasi inframerah tetap terperangkap di atmosfer bumi, kemudian gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan oleh permukaan bumi. Akibatnya, panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Kondisi ini dapat terjadi berulang sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat (Gleason, 2007).


Gleason, Karen K., Simon Karecki, and Rafael Reif (2007). Climate Classroom; What’s up with global warming?, National Wildlife Federation. URL diakses 30-04-2017.

Saturday, April 15, 2017

TUGAS KEDUA MATEMATIKA DAN ILMU ALAMIAH DASAR

KUNJUNGAN KE PP IPTEK TMII
Pada hari Rabu, tanggal 12 April kemarin saya mengunjungi PP Iptek yang berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah. Sebenarnya, kelompok saya ini adalah kelompok absen atas, yaitu yang bernomor absen 1 – 20, yang mendapat giliran untuk mengunjungi Planetarium, Taman Ismail Marzuki. Akan tetapi pada saat hari H ingin mengunjungi tempat tersebut, beberapa teman saya yang telah lebih dulu pergi ke sana untuk membeli tiket memberitahukan bahwa Planetarium sedang dalam masa perbaikan mesin pemutar film, sehingga Planetarium tidak bisa dikunjungi untuk sementara waktu hingga waktu yang tidak dapat ditentukan. Alhasil, saya beserta keempat teman lainnya yang sudah menunggu sejak pagi hari di Stasiun Pondok Cina, terpaksa untuk kembali lagi pulang ke rumah masing-masing.

Dikarenakan tugas lainnya yang cukup banyak, saya enggan untuk menunda-nunda tugas ini. Alhasil pada hari Rabu kemarin, saya memutuskan untuk pergi ke PP Iptek bersama beberapa teman saya. Mungkin dikarenakan hari Rabu merupakan hari libur bagi kelas kami, maka hanya sedikit teman-teman saya yang absen atas untuk mau ikut pergi ke PP Iptek pada hari itu. Saya, bersama teman-teman saya yang waktu itu juga ingin berangkat bersama dari Stasiun Pondok Cina, yaitu Annisa, Hanna, Irna, dan Avita, kami berangkat dari Universitas Gunadarma Kampus E Kelapa Dua dengan menaiki Grab Car. Sekitar jam 10.00an kami berangkat dari Depok, dan tiba di TMII sekitar jam 11.00an. Pada saat mulai memasuki area TMII, kami sempat kebingungan untuk menuju ke PP Iptek dikarenakan TMII memiliki area yang sangaaat luas. Kami sempat mengelilingi TMII untuk mencari-cari lokasi PP Iptek tersebut, hingga akhirnya kami pun dapat menemukannya.

Sebelum saya masuk ke dalam gedung, saya sempatkan untuk berfoto di depan patung Bumblebee, yaitu robot berwarna kuning yang ada di Film Transformers, yang letaknya persis dekat dengan pintu masuk. Setelah berfoto, saya pun membeli tiket masuk yang ber harga Rp 16.500, kemudian masuk setelah melalui check in ticket. Pada saat pertama kali masuk, saya disuguhi dengan banyak gambar-gambar tokoh ilmuwan, patung dinosaurus, dan beberapa gambar ilusi. Saya pun memutuskan untuk langsung naik ke lantai atas saja. Di lantai atas terdapat beberapa peragaan mekanik, seperti satelit, kerangka sepeda motor, pesawat, dsb. Disana, saya tertarik untuk memasuki ruang ilusi, yaitu ruangan gelap dengan lampu sorot kecil menyinari gambar-gambar ilusi yang berjejer. Selain itu, di dekat ruang ilusi, persis di depannya terdapat sebuah ruangan yang bernama “Ruang Jangkung Pendek”, yaitu sejenis Ames Room.

Setelah berkutat hampir lama di area ilusi, saya pun tertarik untuk mengelilingi area PP Iptek yang lain. Saya pun bergegas ke atas untuk melihat percobaan-percoaan yang lain. Di PP Iptek sendiri, memang memiliki banyak sekali percobaan-percobaan/peragaan ilmiah. Di lantai 3 ini saya banyak menemukan banyak sekali percobaan yang menggunakan air. Selain itu, terdapat juga penjelasan-penjelasan ilmiah mengenai penyakit seperti influenza salah satunya. Tak hanya itu, di lantai tersebut juga tedapat penjelasan mengenai bagian-bagian anggota tubuh, seperti contohnya terdapat ruangan yang berbentuk menyerupai paru-paru baik dari segi eksteriornya, maupun interiornya, dan bahkan mengenai lapisan-lapisan bumi, seperti ozon contohnya.

Sekian lama mengelilingi lantai tersebut dari ujung ke ujung, maka kami memutuskan untuk turun ke lantai dasar karena kami belum melihat percobaan-percobaan di sana. Pada saat tiba di lantai tersebut, ternyata saya berjumpa dengan lebih banyak lagi teman-teman saya yang lain yang kebetulan ke PP Iptek juga. Di sana terdapat banyak percobaan-percobaan, dan menurut saya, di lantai inilah percobaan-percobaannya yang paling menarik. Seperti halnya yang paling saya tertarik yaitu terdapat simulasi gempa, yaitu suatu bentuk ruangan yang menyerupai rumah yang dimana nantinya akan bergetar seolah-olah sedang terjadi gempa sungguhan.

Setelah seharian lamanya lelah mengelilingi area PP Iptek ini, akhirnya saya memutuskan untuk kembali pulang ke rumah. Suatu pengalaman yang begitu menyenangkan bisa kembali mengunjungi PP Iptek ini, mengingatkan saya ketika study tour pada saat masih duduk di bangku sekolah dasar dulu. Sebenarnya tidak ada perubahan yang mencolok ketika saya mengunjungi PP Iptek pada saat SD dengan yang saat ini. Mungkin hanya ada beberapa percobaan-percobaan baru saja, seperti salah satu contohnya yaitu ruang ilusi. Tetapi sungguh sangat disayangkan, kondisi PP Iptek saat ini kian tak terawat. AC ruangan yang kurang berfungsi sehingga menjadi panas dan pengap, serta banyaknya alat-alat peraga/percobaan yang tidak berfungsi dengan semestinya. Semoga kedepannya PP Iptek ini bisa mengadakan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik lagi. Karena menurut pendapat saya, PP Iptek ini merupakan suatu sarana edukatif yang sangat menarik untuk anak-anak belajar, menimbulkan rasa keingin tahuan, serta mengembangkan kemampuan bereksperimen anak.


Banyak percobaan-percobaan yang saya lihat di PP Iptek ini, seperti contohya Saklar Kontak Mekanik, Ayo Dorong, Bola Berpacu, Gelombang Tsunami, Konstruksi dan Bangunan, Simulasi Gempa, Upaya Air, Si Muka Tegang, Ruang Ilusi, Ruang Jangkung Pendek, Roda yang Tidak Bundar, Pola Berubah, Parabola Berbisik, dan masih banyak lagi. Saya akan menjelaskan hanya beberapa percobaan yang sekiranya menurut saya menarik, yaitu sebagai berikut:
1. Pola Berubah
Yaitu sebuah piringan yang memiliki suatu pola/gambar tertentu, seperti pola segitiga contohnya. Setelah itu, putarlah piringan tersebut dengan cepat. Maka ketika piringan tersebut berputar, maka akan terbentuk suatu pola baru yang berbeda dari pola sebelumnya.


2. Ruang Jangkung Pendek
Ruang Jangkung Pendek ini menyerupai Ames Room, yaitu suatu bentuk ruang ilusi yang dimana jika dua orang berdiri di tempat yang telah ditentukan ini, maka akan terlihat yang satu menjadi jangkung/raksasa, yang satunya lagi menjadi pendek/kerdil. Hal ini disebabkan oleh lantai dari ruangan tersebut yang dirancang miring sehingga dapat menimbulkan efek sedemikian rupa.


3. Ruang Ilusi
Yaitu suatu ruangan gelap yang dimana ada lampu sorot kecil yang menyinari gambar/ilustrasi ilusi sehingga dengan melihat gambar-gambar tersebut, akan menciptakan sebuah ilusi dari pengamatan kita.


4. Simulasi Gempa
Ini percobaan yang paling menarik menurut saya. Yaitu, sebuah ruangan kecil yang dirancang sangat menyerupai rumah yang nantinya rumah tersebut akan sengaja digetarkan sesuai dengan getaran gempa sehingga seperti mengalami gempa sungguhan.


5. Gelombang Tsunami
Yaitu sebuah percobaan yang menggunakan air, yang dimana bertujuan untuk melihat kira-kira seperti apa gelombang Tsunami itu terjadi. Yaitu air yang sudah dirancang dengan menggunakan sebuah alat, sehingga ketika kita menekan tuas dengan kuat akan terjadi suatu gelombang pada air tersebut.


6. Ayo Dorong
Sebuah bantalan peluru yang ditaruh di atas meja dengan banyak magnet akan mudah dipindahkan dengan cara digeser dibandingkan dengan mengangkatnya yang menjadi sangat berat.

7. Parabola Berbisik
Bentuknya sangat besar, dan terletak di dekat pintu masuk gedung PP Iptek. Yaitu 2 buah parabola yang berukuran besar dan terdapat sebuah besi lurus dengan lingkaran di ujungnya yang berfungsi untuk menyampaikan pesan, sedangkan di parabola satunya lagi berfungsi untuk mendengarkan pesan yang disampaikan tersebut.