i love Rupert Grint! :D

Saturday, November 26, 2016

TUGAS KEDELAPAN ILMU BUDAYA DASAR

A. Manusia dan Tanggung Jawab
a. Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk sosial, dimana manusia juga tidak bisa hidup tanpa bantuan dari orang lain. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang diciptakan Tuhan, dan merupakan makhluk paling sempurna di muka bumi ini. Manusia diciptakan oleh Tuhan YME memiliki akal dan pikiran, oleh karena itu manusia dapat menggunakan akal dan pikirannya untuk melakukan suatu hal, dan pada akhirnya terciptalah manusia yang adil yang menggunakan akal dan pikirannya dengan baik.

b. Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung sesuatu. Sehingga menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Tanggung jawab dapat dicontohkan seperti ini: Seorang mahasiswa mempunyai kewajiban belajar, Bila belajar, maka hal itu berarti ia telah memenuhi kewajibannya. Berarti ia telah bertanggung jawab atas kewajibannya. Sudah tentu bagaimana kegiatan belajar si mahasiswa, itulah kadar pertanggung jawabannya, Bila pada ujian ia mendapat nilai A, B atau C itulah kadar pertanggung jawabannya.
Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksa tanggung jawab itu. Dengan demikian, tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi yaitu dari sisi yang berbuat dan dari sisi yang kepentingan pihak lain. Dari sisi si pembuat ia harus menyadari akibat perbuatannya itu dengan demikian ia sendiri pula yang harus memulihkan ke dalam keadaan baik. Dari sisi pihak lain, apabila si pembuat tidak mau bertanggung jawab, pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual maupun dengan cara kemasyarakatan.
Apabila dikaji, tanggung jawab itu adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi, sebagai akibat perbuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian, pengorbanan pada pihak lain. Kewajiban beban itu ditujukan untuk kebaikan pihak yang berbuat sendiri atau pihak lain.
Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab, perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

B. Macam-Macam Tanggung Jawab
Manusia berjuang untuk memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu, ia menghadapi manusia lain dalam masyarakat atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu, manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan, yaitu kekuasaan Tuhan.
Dengan demikian, tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya, atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab, yaitu:
a. Tanggung Jawab terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian, bisa memecahkan penyelesaian masalahnya sendiri.
Contoh: Sebagai seorang mahasiswa, kita sudah pasti berkewajiban untuk menuntut ilmu, mengerjakan tugas, mengadakan penelitian, dll. Apabila seorang mahasiswa jarang masuk/hadir dalam perkuliahan, tidak pernah mengerjakan tugas yang diberikan, maka resikonya adalah tidak lulus mata kuliah tsb/mendapatkan IP di bawah rata-rata.
b. Tanggung Jawab terhadap Keluarga
Keluarga merupakan anggota masyarakat terkecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya tersebut. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan kehidupan. Sebagai anggota keluarga, kita harus saling menjaga nama baik keluarga dengan sikap dan perbuatan yang kita lakukan di dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Contoh: sebagai seorang mahasiswa, tanggung jawab kita terhadap keluarga yaitu salah satu contohnya dengan menunjukkannya lewat prestasi akademik/non akademik di perkuliahan serta berperilaku baik dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku.
c. Tanggung Jawab terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain karena manusia kedudukannya sebagai makhluk sosial yang membutuhkan manusia lain maka kita harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Berinteraksi di dalam suatu kehidupan masyarakat sangat dibutuhkan karena itu bisa membuat kita saling mengenal satu dengan yang lainnya.
Contoh: sebagai seorang mahasiswa, dapat ikut andil dalam kegiatan karang taruna yang ada di lingkungan sekitar yang bertujuan untuk membangun interaksi antara satu sama lain dan juga ikut andil dalam kegiatan-kegiatan positif yang berguna bagi masyarakat.
d. Tanggung Jawab terhadap Bangsa dan Negara
Tiap individu adalah warga negara dari suatu negara. Dalam berpikir, bertindak, dan bertingkah laku harus sesuai dengan norma yang dibuat oleh negara. Bila ada perbuatan yang tidak sesuai, maka ia harus mempertanggung jawabkannya. Tiap warga negara juga ikut bertanggung jawab dalam menegakkan kesatuan dan keutuhan NKRI.
Contoh: sebagai seorang mahasiswa, kita bertanggung jawab untuk menuntut ilmu dan juga sebagai agent of change bagi bangsa dan negara ini. Mahasiswa dituntut untuk kritis terhadap keadaan di sekitarnya juga ikut andil dalam mengharumkan nama bangsa lewat prestasi/kegiatan-kegiatan positif.
e. Tanggung Jawab terhadap Tuhan
Tuhan mencipatakan manusia bukan tanpa tanggung jawab. Manusia dalam kehidupannya mempunya tanggung jawab langsung kepada Tuhannya. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukumman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci. Manusia yang melanggar akan mendata dosa dan hukuman langsung dari Tuhan setelah ia wafat nanti.
Contoh: manusia telah di beri kehidupan yang sangat mencukupi dan layak. semua itu atas pemberian sang pencipta yaitu Allah SWT. Allah maha pengasih, penyayang dan pengampun. Allah pun tak meminta hal-hal yang menyusahkan manusia untuk mewujudkan rasa bersyukur manusia terhadap semua kebaikan-Nya. Manusia hanya diperintahkan untuk sholat 5 waktu dan beramal sholeh (bagi yang beragama Islam), berbuat baik sesama manusia dan berbuat baik kepada Allah SWT. Semua yang diberikan Allah SWT sudah sepatutnya menimbulkan rasa tanggung jawab manusia kepada Allah SWT. Tanggung jawab untuk menunaikan semua yang diperintahkan-Nya dan meninggalkan yang dilarang-Nya. Tanggung jawab untuk menjalankan sholat 5 waktu dan amalan yang baik lainnya. Menjaga alam yang sudah diciptakan, diberikan Allah dengan sukarela, merawatnya untuk kehidupan selanjutnya adalah sebuah bentuk tanggung jawab dan ungkapan rasa bersyukur yang tiada tara kepada sang pencipta yaitu Allah SWT.

B. Jika saya menjabat sebagai seorang ketua kelas, saya akan berusaha untuk mengemban tugas sebaik mungkin dan seamanah mungkin dengan melaksanakan segala tugas-tugas yang sudah menjadi kewajiban saya. Contohnya, jika seorang dosen berhalangan hadir dan memberikan tugas, maka saya berkewajiban untuk menyampaikan tugas tersebut kepada teman-teman sekelas. Seorang ketua kelas juga harus dapat memimpin teman-temannya dengan baik, memberikan contoh yang baik, tegas, berwibawa, dan bertanggung jawab/tidak lalai dalam melaksanakan tanggung jawabnya. Hal-hal yang sering terjadi yaitu terkadang ada seorang ketua kelas yang kurang bertanggung jawab dalam mengemban tugas, sehingga ia lebih sering melimpahkannya kepada wakil ketua kelas. Menurut saya, itu bukanlah suatu tindakan yang bijak. Sebagai seorang ketua kelas, kita harus dapat melaksanakan kewajiban kita dengan baik, tidak menunda-nunda pekerjaan, ataupun lalai dalam melaksanakan tugas (merasa acuh tak acuh). Alangkah lebih baiknya lagi, jika kita mampu membangun kerjasama yang baik dengan wakil ketua kelas. Seorang ketua kelas juga harus mampu dalam “menghandle” kelas dengan baik, misalnya ketika deadline pengumpulan tugas, suasana kelas yang tertib dan kondusif ketika sedang belajar, dll. Ketua kelas juga harus sering-sering mencari informasi terkait dengan hal apapun yang berkaitan dengan perkuliahan, sehingga bisa disharing dengan teman-teman sekelasnya. Intinya, menjadi seorang ketua kelas harus menjadi pemimpin yang baik serta bertanggung jawab dalam melaksanakan setiap tugasnya dan tidak semata-semata hanya melimpahkannya ke orang lain.

Friday, November 11, 2016

TUGAS KETUJUH ILMU BUDAYA DASAR

A. Pandangan Hidup
Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia yang mana mencerminkan diri seseorang. Pandangan hidup tersebut dapat digunakan dalam menjalani hidup. Pandangan hidup itu juga bisa diimplementasikan sebagai hasil-hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman, fakta, dan sikap meyakini sesuatu yang diringkas sebagai pegangan, pedoman, petunjuk atau arahan.
Pandangan hidup saya dalam menjalani hidup ini yaitu “life must go on” karena sesulit apapun itu keadaan/ujian yang kita peroleh dalam hidup, kita harus tetap berjalan melangkah ke depan. Karena pada dasarnya sesulit apapun itu ujian, tidak akan pernah melampaui batas kemampuan kita. Justru dengan ujian itulah kita menjadi sesosok yang kuat dan mampu untuk menghadapi setiap keadaan yang ada (tahan banting di setiap kondisi.

B. Cita-Cita
Cita-cita menurut definisi adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Tidak ada seorang pun yang hidup tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup. Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Cita-cita yang merupakan bagian atau salah satu unsur dari pandangan hidup manusia, yaitu sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Sesuatu bisa disebut dengan cita-cita apabila telah terjadi usaha untuk mewujudkan sesuatu yang dianggap cita-cita itu.
Cita-cita saya dalam hidup ini yang paling utama yaitu, ingin menjadi seseorang yang berguna bagi orang-orang di sekeliling saya. Karena menurut saya, hidup akan lebih berarti jika kita dapat bermanfaat bagi orang lain. Selain itu, saya ingin menjadi sosok perempuan yang mandiri dan sukses di usia muda untuk membuat kedua orang tua saya bangga. Dan jika ditanya ingin menjadi apa kedepannya, saya ingin menjadi seorang HRD di suatu perusahaan atau bank. Mengapa ingin menjadi HRD? Karena saya tertarik untuk bekerja di bidang kepegawaian seperti HRD ini, di mana HRD ini bertugas untuk menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Selain itu, HRD juga bertugas untuk ‘’memasok’’ suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya. Saya bercita-cita ingin menjadi HRD karena saya tertarik dengan pekerjaan di bidang sosial yang banyak bertemu atau mengadakan interaksi terhadap orang lain, seperti pada HRD ini yaitu salah satunya pada saat penyeleksian tenaga kerja dengan melakukan wawancara terhadap orang lain. Selain itu, saya juga tertarik untuk menjadi tenaga konselor di BNN.

C. Kendala dalam Meraih Cita-Cita
Setiap orang pasti memiliki cita-cita, entah ingin menjadi seorang pilot, guru, dokter, atau bahkan cita-cita dalam bentuk lain (bukan dalam bentuk profesi). Sama halnya juga saya, tentunya saya memiliki sebuah cita-cita. Dalam menggapai cita-cita tersebut, tentunya harus diiringi dengan usaha, perjuangan, serta tekad yang kuat. Menurut saya, untuk mencapai kesuksesan itu tidak akan pernah diperoleh dengan mudah/secara instan. Kesuksesan itu diperoleh bagi siapa saja yang ingin berusaha dan mau berjuang keras untuk menggapai cita-citanya, sesulit apapun itu keadaannya. Dalam menggapai cita-cita, tentunya pasti akan menemui kendala-kendala. Saya seringkali menemui berbagai kendala ketika saya berjuang untuk meraih cita-cita, entah perasaan malas, putus asa, mudah menyerah, dll. Tetapi ketika saya mulai merasakan seperti itu, saya berusaha untuk memacu diri lagi dan berusaha untuk memotivasi diri sendiri seperti “saya tidak boleh malas, saya harus giat belajar, karena saya ingin menjadi seorang HRD dan saya ingin membuat kedua orang tua saya bangga”. Dengan mindset seperti itu, kita pasti akan tergerak dan mencoba untuk bangkit lagi. Karena menurut saya, entah bagaimanapun, yang menentukan ingin sukses atau tidaknya kita adalah diri kita sendiri. Jika ingin sukses, maka kita harus bersemangat dan tidak mudah putus asa. Karena sukses itu untuk orang-orang yang kuat yang mampu berusaha dan mampu melewati berbagai kendala dalam meraih cita-cita. Intinya adalah, dalam menghadapi setiap kendala, kita harus mampu untuk memacu diri, memotivasi diri, dan membangun mindset yang positif, sehingga kita mampu bangkit untuk bergerak, maju, dan menjadi lebih baik lagi.

Tuesday, November 1, 2016

TUGAS KEENAM ILMU BUDAYA DASAR

A. Definisi Keadilan Menurut Para Ahli
1. Aristoteles
Menurut Aristoteles, keadilan merupakan tindakan yang terletak di antara memberikan terlalu banyak ataupun terlalu sedikit. Dalam hal ini, Aristoteles menyatakan bahwa keadilan merupakan aktivitas memberikan sesuatu kepada orang lain (kewajiban) setara dengan apa yang kita dapatkan dari orang lain (hak).
2. Thomas Hubbes
Menurut Thomas Hubbes, pengertian keadilan adalah setiap perbuatan yang dikatakan adil. Keadilan hanya tercipta ketika apa yang dikerjakan telah sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat ataupun disepakati sebelumnya.
3. Plato
Menurut Plato, keadilan merupakan apa yang ada di luar kemampuan manusia biasa, yang mana kondisi ini hanya dapat tercapai dengan cara menjalankan hukum dan juga undang-undang yang dibuat oleh para ahli.
4. Magnis Suseno
Menurut Magnis Suseno, keadilan dapat diartikan sebagai kondisi atau pun keadaan manusia yang diperlakukan dengan sama rata/setara, yang sebanding antara hak dan kewajibannya masing-masing.
5. W.J.S Poerwadarminto
Menurut W.J.S. Poerwadarminto, pengertian keadilan adalah suatu kondisi tidak berat sebelah ataupun seimbang, yang sepatutnya tidak diputuskan dengan cara yang sewenang-wenang.
6. Notonegoro
Menurut Notonegoro, keadilan adalah suatu kondisi ataupun keadaan yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Contoh: contoh keadilan menurut pandangan saya, yaitu keadilan di mata hukum. Contoh kasus seperti seorang nenek yang dihukum 5 tahun penjara dikarenakan dituduh mengambil beberapa batang singkong milik tetangganya. Pada kasus-kasus rakyat kecil, umumnya vonis hukuman cepat diberikan. Sedangkan pada kasus-kasus kelas kakap seperti kasus korupsi para wakil rakyat yang memakan uang negara hingga milyaran bahkan triliunan rupiah jumlahnya hanya diberi vonis hukuman yang tak seberapa dengan kerugian yang ditanggung oleh negara. Bahkan lebih mirisnya lagi, terkadang mereka mendapatkan “fasilitas eksklusif” di dalam sel tahanan. Pemberian vonis juga cenderung berlarut-larut, begitupula dengan penuntasan kasusnya. Menurut saya, dalam hal ini masih belum adanya keadilan di mata hukum, khususnya di Indonesia. Seperti pada ungkapan “hukum ibarat tajam ke bawah, dan tumpul ke atas”. Seharusnya, hukum bisa menegakkan keadilan yang seadil-adilnya, baik itu pada rakyat kecil, maupun para petinggi pejabat sekalipun.

B. Makna Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila ke-5 berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” memiliki lambang padi dan kapas.
Pada umumnya, nilai Pancasila digali oleh nilai-nilai luhur nenek moyang bangsa Indonesia termasuk nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena digali oleh nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, Pancasila mempunyai kekhasan dan kelebihan, sedangkan prinsip keadilan yaitu berisi keharusan/tuntutan untuk bersesuaian dengan hakikat adil.
Dengan sila kelima ini, manusia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Keadilan sosial ialah sifat masyarakat adil dan makmur berbahagia untuk semua orang, tidak ada penghinaan, bahagia material dan bahagia spritual, lahir dan batin. Istilah adil yaitu menunjukkan bahwa orang harus memberi kepada orang lain apa yang menjadi haknya dan tahu mana haknya sendiri serta tahu apa kewajibannya kepada orang lain dan dirinya sendiri. Sosial berarti tidak mementingkan diri sendiri saja, tetapi mengutamakan kepentingan umum, tidak individualistik dan egoistik, tetapi berbuat untuk kepentingan bersama.
Maka di dalam sila kelima tersebut, terkandung nilai keadilan yang didasari oleh hakekat keadilan manusia yaitu keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat, bangsa dan negaranya serta hubungan manusia dengan Tuhannya. Oleh karena itu, manusia dikatakan pula sebagai makhluk Monopruralisme.

- Penerapan Sila ke-5 di Indonesia
Keadilan sosial berarti keadaan yang seimbang dalam suatu masyarakat, namun ternyata dalam kenyataannya, sila kelima masih memiliki banyak kekurangan.
Perwujudan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia setelah 71 tahun merdeka masih belum maksimal sekaligus merupakan sila yang diabaikan oleh penyelenggara Negara Kesatuan Republik Indonesia dari saat kemerdekaan 17 Agustus 1945 sampai dengan saat ini. Ini ditandai dengan saat ini masih banyaknya rakyat Indonesia berada dibawah garis kemiskinan yang menandakan masih besarnya kesenjangan sosial di indonesia. Secara garis besar sila ke-5 mengalami masalah atau kekurangan dalam bidang perekonomian nasional dan kesejahteraan sosial yang tidak merata.
Untuk contoh konkrit berdasarkan pasal-pasal yang terkait dengan masalah tersebut adalah sebagai berikut:
a) Pasal 33 UUD 1945, tentang kesejahteraan sosial, dimana di ayat 3 disebutkan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Berarti seharusnya rakyat Indonesia dapat menggunakan air secara gratis dan merata tapi ternyata rakyat harus bayar dan tidak merata terbukti banyak terjadi kekeringan dan kekurangan air di daerah-daerah terpencil, contohnya seperti di NTB. Mereka harus membuat sumber air sendiri hingga hal tersebut dijadikan sebagai iklan salah satu perusahaan air minum. Kemudian kelangkaan minyak dan bahan bakar (bensin) padahal Indonesia kaya akan segala macam kekayaan alam. Tetapi realitanya bangsa Indonesia harus antri dan membayar mahal untuk mendapatkan kebutuhan tersebut.
b) Pada Pasal 31 UUD 1945 tentang Pendidikan, juga belum terlaksana dengan baik. Biaya sekolah setiap tahun semakin meningkat, beasiswa juga disalurkan tidak merata kadang malah salah orang, dan pendidikan pun mengenal kata diskriminasi karena penduduk kota saja yang dapat merasakan pendidikan dengan baik sedangkan daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau tidak dapat, merasakan pendidikan itu dengan baik.

C. Sikap Memberi Pertolongan pada Orang Lain
Sikap memberi pertolongan pada orang lain merupakan salah satu bentuk dari keadilan sosial. Setiap orang pasti pernah membantu orang lain, walaupun dalam bentuk yang sangat sederhana sekalipun, termasuk saya.
Contohnya saja dalam kehidupan sehari-hari seperti pada saat ada saudara kita yang sedang mengalami musibah terkena bencana alam, hati kecil kita pasti akan tergerak untuk membantu. Bantuan tersebut dapat berupa makanan, obat-obatan, bahkan uang. Hal tersebut semata-mata dilakukan sebagai rasa kemanusiaan terhadap sesama, membantu saudara kita yang sedang dilanda bencana.
Contohnya lagi yang lebih sederhananya yaitu ketika kita sedang berjalan di pinggir jalan, tiba-tiba ada pengendara motor yang tergilincir lalu terjatuh, maka dengan refleks kita akan langsung membantu orang tersebut. Menurut pendapat saya, memberi pertolongan pada orang lain merupakan sikap dasar yang pastinya dimiliki setiap orang. Entah dalam bentuk apa seseorang tersebut membantu orang lain, tetapi pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Sehingga, rasa tolong menolong juga merupakan salah satu sikap yang menandai bahwa manusia adalah makhluk sosial yang pastinya akan saling membutuhkan satu sama lain.

Monday, October 31, 2016

TUGAS KELIMA ILMU BUDAYA DASAR

A. Manusia dan Tanggung Jawab
a. Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk sosial, dimana manusia juga tidak bisa hidup tanpa bantuan dari orang lain. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang diciptakan Tuhan, dan merupakan makhluk paling sempurna di muka bumi ini. Manusia diciptakan oleh Tuhan YME memiliki akal dan pikiran, oleh karena itu manusia dapat menggunakan akal dan pikirannya untuk melakukan suatu hal, dan pada akhirnya terciptalah manusia yang adil yang menggunakan akal dan pikirannya dengan baik.

b. Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung sesuatu. Sehingga menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Tanggung jawab dapat dicontohkan seperti ini: Seorang mahasiswa mempunyai kewajiban belajar, Bila belajar, maka hal itu berarti ia telah memenuhi kewajibannya. Berarti ia telah bertanggung jawab atas kewajibannya. Sudah tentu bagaimana kegiatan belajar si mahasiswa, itulah kadar pertanggung jawabannya, Bila pada ujian ia mendapat nilai A, B atau C itulah kadar pertanggung jawabannya.
Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksa tanggung jawab itu. Dengan demikian, tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi yaitu dari sisi yang berbuat dan dari sisi yang kepentingan pihak lain. Dari sisi si pembuat ia harus menyadari akibat perbuatannya itu dengan demikian ia sendiri pula yang harus memulihkan ke dalam keadaan baik. Dari sisi pihak lain, apabila si pembuat tidak mau bertanggung jawab, pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual maupun dengan cara kemasyarakatan.
Apabila dikaji, tanggung jawab itu adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi, sebagai akibat perbuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian, pengorbanan pada pihak lain. Kewajiban beban itu ditujukan untuk kebaikan pihak yang berbuat sendiri atau pihak lain.
Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab, perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

B. Macam-Macam Tanggung Jawab
Manusia berjuang untuk memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu, ia menghadapi manusia lain dalam masyarakat atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu, manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan, yaitu kekuasaan Tuhan.
Dengan demikian, tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya, atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab, yaitu:
a. Tanggung Jawab terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian, bisa memecahkan penyelesaian masalahnya sendiri.
Contoh: Sebagai seorang mahasiswa, kita sudah pasti berkewajiban untuk menuntut ilmu, mengerjakan tugas, mengadakan penelitian, dll. Apabila seorang mahasiswa jarang masuk/hadir dalam perkuliahan, tidak pernah mengerjakan tugas yang diberikan, maka resikonya adalah tidak lulus mata kuliah tsb/mendapatkan IP di bawah rata-rata.

b. Tanggung Jawab terhadap Keluarga
Keluarga merupakan anggota masyarakat terkecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya tersebut. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan kehidupan. Sebagai anggota keluarga, kita harus saling menjaga nama baik keluarga dengan sikap dan perbuatan yang kita lakukan di dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Contoh: sebagai seorang mahasiswa, tanggung jawab kita terhadap keluarga yaitu salah satu contohnya dengan menunjukkannya lewat prestasi akademik/non akademik di perkuliahan serta berperilaku baik dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku.

c. Tanggung Jawab terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain karena manusia kedudukannya sebagai makhluk sosial yang membutuhkan manusia lain maka kita harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Berinteraksi di dalam suatu kehidupan masyarakat sangat dibutuhkan karena itu bisa membuat kita saling mengenal satu dengan yang lainnya.
Contoh: sebagai seorang mahasiswa, dapat ikut andil dalam kegiatan karang taruna yang ada di lingkungan sekitar yang bertujuan untuk membangun interaksi antara satu sama lain dan juga ikut andil dalam kegiatan-kegiatan positif yang berguna bagi masyarakat.

d. Tanggung Jawab terhadap Bangsa dan Negara
Tiap individu adalah warga negara dari suatu negara. Dalam berpikir, bertindak, dan bertingkah laku harus sesuai dengan norma yang dibuat oleh negara. Bila ada perbuatan yang tidak sesuai, maka ia harus mempertanggung jawabkannya. Tiap warga negara juga ikut bertanggung jawab dalam menegakkan kesatuan dan keutuhan NKRI.
Contoh: sebagai seorang mahasiswa, kita bertanggung jawab untuk menuntut ilmu dan juga sebagai agent of change bagi bangsa dan negara ini. Mahasiwa dituntut untuk kritis terhadap keadaan di sekitarnya juga ikut andil dalam mengharumkan nama bangsa lewat prestasi/kegiatan-kegiatan positif.

e. Tanggung Jawab terhadap Tuhan
Tuhan mencipatakan manusia bukan tanpa tanggung jawab. Manusia dalam kehidupannya mempunya tanggung jawab langsung kepada Tuhannya. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukumman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci. Manusia yang melanggar akan mendata dosa dan hukuman langsung dari Tuhan setelah ia wafat nanti.
Contoh: manusia telah di beri kehidupan yang sangat mencukupi dan layak. semua itu atas pemberian sang pencipta yaitu Allah SWT. Allah maha pengasih, penyayang dan pengampun. Allah pun tak meminta hal-hal yang menyusahkan manusia untuk mewujudkan rasa bersyukur manusia terhadap semua kebaikan-Nya. Manusia hanya diperintahkan untuk sholat 5 waktu dan beramal sholeh (bagi yang beragama Islam), berbuat baik sesama manusia dan berbuat baik kepada Allah SWT. Semua yang diberikan Allah SWT sudah sepatutnya menimbulkan rasa tanggung jawab manusia kepada Allah SWT. Tanggung jawab untuk menunaikan semua yang diperintahkan-Nya dan meninggalkan yang dilarang-Nya. Tanggung jawab untuk menjalankan sholat 5 waktu dan amalan yang baik lainnya. Menjaga alam yang sudah diciptakan, diberikan Allah dengan sukarela, merawatnya untuk kehidupan selanjutnya adalah sebuah bentuk tanggung jawab dan ungkapan rasa bersyukur yang tiada tara kepada sang pencipta yaitu Allah SWT.

Friday, October 28, 2016

TUGAS KEEMPAT ILMU BUDAYA DASAR

A. Kepuitisan, Keartistikan, dan Keestetikaan Bahasa Puisi
Puisi termasuk jenis sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/unsur dari kebudayaan. Kalau diberi batasan, maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik/estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh kreatifitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan:
1. Figura bahasa (figurative languange) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb sehingga puisi menjadi segar, hidup, menarik dan memberikan kejelasan gambaran angan.
2. Kata-kata yang ambiguitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
3. Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
4. Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
5. Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati.
Jadi menurut pendapat saya, ‘’kepuitisan, keartistikan, atau keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh kreatifitas penyair dalam membangun puisinya‘’ yaitu bagaimana seorang penyair dapat menciptakan sebuah puisi yang di mana di dalamnya mencakup segala ekspresi emosi, ekspresi diri, dan kreatifitas yang dibentuk melalui penggunaan bahasa yang liris dan padat yang memiliki keindahan dan dapat dirasakan oleh orang lain. Yang di mana, seorang penyair dalam menciptakan sebuah puisi memperhatikan dari segi figura Bahasa, kata-kata ambiguitas, kata- kata berjiwa, kata-kata konotatif, serta pengulangan, sehingga di dalam puisi tersebut terkandung nilai-nilai kepuitisan, keartistikan, dan keestetikaan.

B. Puisi Gunadarma
Gunadarma Universitasku
Oleh: Heni Setyanti

Oh Gunadarma
Kaulah tempatku menimba ilmu
Mencegahku dari kebodohan
Meraih asa setinggi langit

Oh Gunadarma
Kau lah universitasku
Almamater kebanggaanku
Namamu akan selalu ku kenang
Dan takkan pernah lekang oleh waktu

Monday, October 24, 2016

TUGAS KETIGA ILMU BUDAYA DASAR

A. Prosa Lama dan Prosa Baru
1. Prosa lama
Prosa lama adalah bentuk karya sastra yang belum dipengaruhi oleh kebudayaan Barat. Prosa lama berbentuk tulisan karena pada jamannya belum ditemukan alat untuk menulis. Namun, saat ini kita sudah bisa menemukan karya sastra prosa lama dalam bentuk tulisan. Dahulu kala, prosa lama diceritakan dari mulut ke mulut. Dalam prosa lama, tulisan-tulisannya memiliki karakteristik seperti cerita istana sentris, sifatnya menghibur masayarakat, tidak menggunakan struktur kalimat, dan bersifat kedaerahan. Berikut ini adalah bentuk-bentuk prosa lama, yaitu:
a. Hikayat
Hikayat adalah tulisan fiktif dan tidak masuk akal yang menceritakan tentang kehidupan para dewi, dewa, pangeran, raja, dan lain-lain. Contohnya adalah Hikayat Hang Jebat, Hikayat Nabi Sulaiman, Hikayat Raja Bijak, dan lain-lain.
b. Sejarah (Tambo)
Sejarah adalah tulisan yang menceritakan tentang peristiwa-peristiwa tertentu. Ada dua jenis sejarah, yaitu sejarah sastra lama dan baru. Contoh tulisan berbentuk sejarah adalah Sejarah Melayu yang ditulis oleh Tun Sri Lanang pada tahun 1612.
c. Kisah
Kisah adalah tulisan-tulisan pendek. Kisah menceritakan tentang cerita perjalanan, pengalaman atau petualangan orang-orang jaman dulu. Salah satu contoh kisah adalah Kisah Raja Abdullah menuju Kota Mekkah.
d. Dongeng
Dongeng bercerita tentang khayalan-khayalan masyarakat pada zaman dahulu. Dongeng sendiri terdapat beberapa bentuknya, seperti:
– Myth (Mitos) bercerita tentang hal-hal gaib, contohnya seperti Ratu Pantai Selatan, Dongeng tentang Batu Menangis, Dongeng asal-usul kuntilanak, dan lain-lain.
– Legenda bercerita tentang sejarah atau asal-muasal terjadinya sesuatu, contohnya seperti Legenda Tangkuban Perahu, Legenda Pulau Jawa, dan lain-lain.
– Fabel bercerita kisah yang tokohnya adalah binatang, contohnya seperti Si Kancil dan Buaya, Si Kancil yang Cerdik, dan lain-lain.
– Sage bercerita tentang kisah pahlawan, keberanian, atau kisah kesaktian , contohnya seperti Ciung Winara, Patih Gadjah Mada, Calon Arang, dan lain-lain.
e. Jenaka atau Pandir mengisahkan orang-orang bodoh yang bernasib sial yang sifatnya untuk melucu atau humor, contohnya seperti Dongeng Abunawas, Dongeng Si Pandir, dan lain-lain.

2. Prosa Baru
Prosa baru adalah bentuk karya sastra yang telah dipengaruhi oleh kebudayaan Barat. Bentuk prosa ini muncul karena prosa lama dianggap tidak modern dan ketinggalan jaman. Bentuk-bentuk prosa baru antara lain:
a. Roman
Roman adalah tulisan yang mengisahkan hidup seseorang dari lahir hingga meninggal secara menyeluruh, contohnya seperti Layar Terkembang karya Sultan Takdir Ali Syahbana.
b. Novel
Novel adalah cerita yang panjang tentang kehidupan, sifatnya bias fiktif atau no-fiktif, contohnya seperti Novel Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Ave Maria, dan lain-lain.
c. Cerpen
Cerpen adalah adalah cerita pendek yang menceritakan sebagian kecil dari kisah pelaku utamanya. Konflik yang mengubah sikap pemeran utama, inilah yang membedakan cerpen dan novel. Contoh cerpen yaitu Robohnya Surau Kami karya A.A Navis, Keluarga Gerilya karya Pramoedya Ananta, dan lain-lain.
d. Riwayat
Riwayat bercerita tentang kisah hidup orang atau biasanya tokoh terkenal atau yang menginspirasi. Ada dua jenis riwayat, yaitu biografi (ditulis oleh orang lain) dan otobiografi (ditulis sendiri oleh tokoh tersebut).
e. Kritik
Kritik adalah bentuk tulisan yang sifatnya memberi alasan atau menilai/menghakimi karya atau hasil kerja seseorang.
f. Resensi
Resensi adalah tulisan yang merangkum atau mengulas suatu karya, baik buku, seni, musik, film, atau karya lainnya. Resensi memberikan sudut pandang tentang baik dan buruknya karya tersebut. Dengan kata lain, resensi memberikan gambaran untuk mempertimbangkan apakah kita harus menikmati karya tersebut atau tidak.
g. Esai
Esai adalah tulisan yang berisi sudut pandang atau opini pribadi tentang suatu hal yang menjadi topik atau isu dalam tulisan tersebut.

B. Biografi dan Otobiografi
1. Biografi
Secara umum, pengertian biografi adalah sebuah tulisan yang membahas mengenai kehidupan seseorang. Secara sederhana, pengertian biografi adalah sebuah kisah riwayat hidup seseorang. Biografi juga dapat diartikan sebagai suatu kisah atau keterangan perjalanan kehidupan seseorang bersumber dari kisah nyata. Istilah biografi sendiri berasal dari bahasa Yunani dari kata bios dan graphien. Arti kata bios adalah hidup dan graphien berarti tulis. Biografi dapat terdiri dari beberapa baris atau lebih dari satu buku.
Contoh: Dr. (H.C.) Ir. H. Soekarno dilahirkan pada tanggal 6 juni 1901 di Surabaya, Jawa Timur. Pada masa kolonial Belanda. Beliau wafat pada tanggal, 21 Juni 1970 (umur 69 tahun), di Jakarta. Pada masa kemerdekaan Indonesia. Beliau akrab dipanggil, Bung Karno dan memiliki nama lahir, Koesno Sosrodihardjo. Semasa hidupnya, Beliau memainkan peranan yang sangat penting bagi kemerdekaan Indonesia. Beliau adalah salah satu tokoh proklamator, yang membacakan teks proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia, bersama dengan Mohammad Hatta, pada tanggal 17 Agutus 1945. Beliau merupakan salah seorang pejuang, yang melawan Hindia Belanda, untuk memerdekaan Indonesia. Selama masa hidupnya, Beliau pernah menjabat sebagai Presiden pertama Indonesia, dari tanggal 18 Agustus 1945 – 12 Maret 1967 (21 tahun). Beliau juga menjabat sebagai perdana menteri ke-11 Indonesia, dengan masa jabatan 9 Juli 1959 – 25 Juli 1966 (7 tahun).

2. Autobiografi (Otobiografi)
Autobiografi adalah riwayat hidup pribadi yang ditulis sendiri. Dalam hal ini, autobiografi merupakan catatan dirinya sendiri. Artinya autobiografi adalah sebuah biografi yang didalamnya menceritakan riwayat hidup atau pengalaman pribadi yang ditulis oleh dirinya sendiri. Isi di dalam autobiografi berisi tentang pengalaman dari kecil hingga keadaan sang penulis sekarang ini, dari yang paling sulit hingga mencapai keberhasilan yang besar atau prestasi yang dicapainya semasa hidupnya. Penulisan autobiografi didasarkan pada ingatan pengalaman oleh penulis. Singkatnya, autobiografi adalah perjalanan hidup diri sendiri.
Contoh: Nama saya Heni Setyanti. Nama panggilan saya adalah Heni. Saya lahir di Bogor, 24 Juni 1996. Saya anak bungsu dari tiga bersaudara. Ayah saya bernama Tatang Setyarsono dan ibu saya bernama Titik Arifyati. Ayah saya sekarang bekerja di perusahaan swasta dan ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga. Saat ini saya tinggal di Komplek Wisma Harapan 2, Kel. Mekarsari, Kec. Cimanggis, Kota Depok. Kakak pertama saya bernama Rifia Setya Ningrum dan kakak kedua saya Gifari Setyarso. Saya mempuyai hobi mendengarkan musik dan menyanyi. Pada tahun 2002 saya memulai pendidikan di jenjang sekolah dasar (SD). Saat itu saya bersekolah di SDI PB. Soedirman Jakarta Timur. Selama enam tahun, saya berangkat sekolah dengan menggunakan antar jemput dari sekolah. Setelah saya selesai pada tahun 2008 dari jenjang sekolah dasar (SD) dan mendapatkan ijazah, Saya melanjutkan jenjang pendidikan yang selanjutnya yaitu sekolah menengah pertama (SMP). Pada jenjang SMP saya bersekolah di SMP N 179 Jakarta Timur. Di SMP inilah saya menimba ilmu selama 3 tahun lamanya, seiring waktu berlalu selama 3 tahun saya menyelesaikan pendidikan pada tahun 2011 dan saya mendapatkan ijazah SMP. Kemudian dilanjutkan ke jenjang berikutnya yaitu sekolah menengah atas (SMA) yang bertempat di SMA N 105 Jakarta Timur yang berjulukan Oneofive. Hingga tahun 2014, saya lulus dari SMA dan melanjutkan kuliah di Universitas Gunadarma pada tahun 2016 dengan mengambil jurusan Psikologi.

C. Biografi Gesang ‘’Sang Maestro Keroncong’’
Penyanyi dan pencipta lagu, Gesang Martohartono (1917-2010), dikenal sebagai maestro musik keroncong Indonesia. Gesang terkenal lewat lagu ciptaannya, Bengawan Solo, disamping itu, Gesang pula yang memopulerkan nama Bengawan Solo hingga kepopulerannya mengalir sampai jauh hingga mancanegara. Lagu dengan irama keroncong ini memang sangat populer, dan telah diterjemahkan dan dinyanyikan dalam bahasa-bahasa asing. Di Jepang bahkan pernah dijadikan soundtrack sebuah film layar lebar. Jepang juga yang mendirikan Taman Gesang di dekat Bengawan Solo pada tahun 1983 Sebagai bentuk penghargaan atas jasanya terhadap perkembangan musik keroncong.
Lagu Bengawan Solo diciptakan pada tahun 1940, saat Gesang duduk di tepian sungai Bengawan Solo. Terinspirasi oleh sungai tersebut, Ia kemudian menulis syair di secarik kertas pembungkus rokok yang 6 bulan kemudian lagu tersebut dijuduli Bengawan Solo. Setahun setelah menciptakan lagu Bengawan Solo, Ia menikah dengan seorang wanita bernama Waliyah. Namun di tahun 1963 pasangan ini kemudian bercerai setelah berumahtangga selama 22 tahun. Ia tak dikaruniai anak dan memilih untuk hidup sendiri semenjak perceraiannya tersebut.
Gesang lahir di Surakarta pada 1 Oktober 1917 dari pasangan pengusaha batik Martodiharjo dari perkawinan istri keduanya. Ia mengawali karirnya sebagai seorang penyanyi lagu-lagu keroncong untuk acara dan pesta kecil-kecilan di kota Solo. Pada masa itupun Ia sudah menciptakan lagu seperti; Keroncong Roda Dunia, Keroncong si Piatu, dan Sapu Tangan.
Kehidupan Gesang tidak berubah meski Bengawan Solo populer dimana-mana. Ia tetap lugu dan sederhana, dan tidak mempedulikan royalti atas lagu-lagunya. PT Penerbit Karya Musik Pertiwi (PMP) yang kemudian berjuang mengumpulkan royalti dari karya Gesang di seluruh dunia sejak 1996. Agar karya Gesang tetap abadi, PT PMP menerbitkan buku berisi 44 partitur serta syair-syair lagu. Saat ini, lagu-lagu yang diciptakan Gesang diakui sebagai aset nasional.
Menjelang akhir hayatnya, Gesang tinggal bersama saudaranya, Toyibi di kampung Kemplayan. Sedangkan rumah sebelumnya di Perumnas Palur yang merupakan hadiah almarhum Soepardjo Roestam saat menjabat gubernur Jawa Tengah, ditempati keponakannya.
Gesang menikmati hari-hari masa tua dengan bercengkerama bersama sejumlah burung kacer merah kesayangannya. Ia sesekali masih berusaha berjalan di sekitar rumah, menikmati alam pedesaan walaupun harus dilakukan dengan susah payah dan tertatih-tatih.
Gesang meninggal dunia pada 20 mei 2010 dalam usia 92 tahun di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Solo, Jawa Tengah setelah di rawat selama sembilan hari. Semenjak masuk rumah sakit, kondisi kesehatannya memang terus menurun.

Friday, October 21, 2016

TUGAS KEDUA ILMU BUDAYA DASAR

A. Kebudayaan Timur
Kebudayaan Timur menurut pendapat saya yaitu kebudayaan yang mempunyai manner yang khas yang membedakannya dengan bangsa lain. Bangsa Timur sangat terkenal dengan hospitality atau keramahtamahannya terhadap orang lain bahkan orang asing sekalipun. Bagaimana mereka saling memberikan salam, tersenyum, atau berbasa basi menawarkan makanan atau minuman. Bangsa Timur juga sangat menjunjung tinggi nilai-nilai atau norma-norma yang tumbuh di lingkungan masyarakat mereka. Contohnya, saja nilai kesopanan. Hal yang paling dominan dari kebudayaan Timur adalah adat istiadat yang masih dipegang teguh. Walaupun adat istiadat saat ini sudah mulai pudar dan berubah. Selain itu, hal yang paling dominan adalah konsep gotong royong, kebersamaan menjadi hal yang paling utama.
Contoh yang sering kita temui pada kehidupan sehari-hari yaitu misalnya di Indonesia sendiri, anggapan bahwa seorang perempuan yang belum menikah tidak boleh tinggal bersama laki-laki yang belum menjadi muhrimnya, lain halnya dengan kebudayaan Barat yang memandang bahwa itu bukanlah suatu pantangan. Selain itu, dari segi pakaian pun kebudayaan Timur umumnya banyak dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam yang lebih menutup aurat, bahkan juga menggunakan cadar/hijab. Kebudayaan Timur ini sedikit banyak dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam.

B. 7 Unsur Kebudayaan Menurut C. Kluckhohn
- Bahasa
Unsur pertama dari tujuh unsur kebudayaan adalah bahasa. Bahasa memegang peranan penting dalam suatu masyarakat. Tanpa bahasa, manusia akan sulit berkomunikasi. Dengan bahasa, sistem, nilai dan petuah (nasehat) dari suatu kelompok suku diwariskan. Bahasa dapat berupa bahasa lisan maupun tulisan. Bahasa juga memegang peranan penting sebagai identitas dari suatu suku bangsa. Dengan hanya mengetahui suatu kata dalam bahasa, dapat ditentukan asal suku bangsa seseorang.
- Sistem Organisasi Kemasyarakatan
Unsur kedua ini lebih dikenal dengan sistem kekerabatan dan lembaga sosial. Mengetahui kekerabatan dan posisi seorang individu dalam sistem kelembagaan seseorang penting dalam membentuk suatu struktur sosial. Sistem kekerabatan yang dimaksud adalah hubungan seorang individu dengan individu lainnya berdasankan aspek hubungan darah atau kekeluargaan. Anggotanya mulai dari kakek-nenek, ayah-ibu, anak dan cucu, serta cici. Sedangkan organisasi sosial adalah berbagai lembaga masyarakat yang dibentuk untuk mengurus kepentingan bersama. Dalam masyarakat tradisional, bentuknya belum berbadan hukum. Tetapi dalam masyarakat modern, lembaga sosial berbentuk badan hukum dan dilindungi oleh peraturan perundang-undangan. Posisi seorang individu dalam suatu kekerabatan atau suatu lembaga sosial dapat meningkatkan status sosial seseorang dalam masyarakat. Buktinya, orang yang memiliki jabatan struktural dalam organisasi pemerintah dan non pemerintahan akan lebih dihormati oleh masyarakat dari pada individu yang tidak memiliki posisi strategis.
- Sistem Ekonomi dan Mata Pencaharian
Cara suatu kelompok masyarakat dalam memenuhi kebutuhan juga termasuk dalam salah satu dari tujuh unsur kebudayaan. Hal ini tergantung pada kondisi lingkungan tempat hidup suatu masyarakat. Masyarakat yang hidup di pinggir pantai akan berprofesi sebagai nelayan, sedangkan masyarakat yang hidup di darat akan berprofesi sebagai petani. Namun setelah revolusi industri sampai saat ini, jenis mata pencaharian telah beragam jenis dan bentuknya. Terutama pada masyarakat urban. Tidak hanya bertani dan nelayan. Masyarakat perkotaan dapat memilih jenis dan bentuk perkerjaan yang ia mau. Tergantung pada keterampilan dan kemampuan yang ia miliki. Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang – barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan manusia dengan makhluk hidup yang lain.
- Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan adalah salah satu hasil kebudayaan manusia. Ia lahir dari kerja keras manusia yang tidak pernah puas untuk mengetahui sesuatu. Manusia yang penasaran akan beragam gejala dan fenomena terus bertanya mengapa, yang pada akhirnya memperoleh jawaban. Dalam praktiknya, ilmu pengetahuan telah membantu manusia untuk bertahan. Beragam penyakit tidak akan pernah disembuhkan juga tidak pernah ada ilmu tentang obat-obatan maupun tentang penyakit itu sendiri. Dalam masyarakat tradisional diciptakanlah jamu. Sedangkan dalam masyarakat modern ditemukanlah obat-obat yang dibuat dalam pabrik. Ilmu pengetahuan pada saat ini tidak hanya menyangkut obat-obatan saja. Saat ini ilmu pengetahuan telah berkembang dengan pesat, muncul dalam beragam bentuk. Contohnya matematika, kima, filsafat, ekonomi dan lain sebagainya.
- Kesenian
Kesenian adalah cara manusia mengekspresikan perasaannya dengan mengutamakan nilai-nilai keindahan. Produk kesenian itu sendiri bisa dinikmati dengan panca indera mata dan telinga atau bahkan dengan hati. Terdapat banyak bentuk kesenian. Contohnya tari, puisi, lagu, musik, lukisan, drama, teater atau bahkan film. Kesenian menjadi penting, sebab dengan melihat kesenian dari suatu kelompok, seseorang dapat dengan mudah menghubungkannya dengan suatu kelompok suku bangsa.
- Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
Peralatan hidup dan teknologi diciptakan manusia untuk mempermudah seseorang dalam bekerja. Diciptakannya kapak untuk mempermudah manusia dalam menebang pohon. Beban menebang pohon dengan hanya mengandalkan parang pun berkurang. Beralihnya kapak batu ke kapak besi juga telah membantu manusia menebang pohon. Waktu dan energi menebang pohon dengan kapak besi berkurang, apa lagi dengan mengunakan sensor. Peralatan teknologi tentu saja tidak berkaitan dengan kapak dan sensor saja. Peralatan hidup dan teknologi memiliki bergam bentuk dan jenisnya. Tergantung dari kebutuhan manusia itu sendiri. Kini kebutuhan manusia yang beragam telah menciptakan peralatan dan teknologi yang beragam pula.
- Sistem Kepercayaan dan Agama
Manusia memiliki aspek spritual dalam kehidupannya. Manusia percaya dan meyakini sesuatu yang lebih tinggi dari alam semesta. Yang tertinggi inilah yang mengatur segala sesuatu. Bentuk dan jenis kepercayaan dimuka bumi ini sangat banyak. Apa lagi variasi-variasi yang ada di dalam sebuah agama yang muncul akibat perbedaan penafsiran terhadap sanga pencipta.
Contoh dari 7 unsur kebudayaan:
– Sistem religi dan upacara keagamaan (Contoh: Upacara keagamaan Ngaben di Bali, sistem kepercayaan suku Alor di NTT yang pada zaman dahulu kala menganut animisme dan dinamisme yang menyembah Larra/Lera (Dewa Matahari), Wulang (Dewa Bulan), Neda ( Dewa Air), Addi (Dewa Hutan), dan Hari (Dewa Laut).
- Sistem dan organisasi kemasyarakatan (Contoh: Karang Taruna)
- Sistem pengetahuan (Contoh: Ilmu Psikologi, Ilmu Budaya Dasar)
- Bahasa (Contoh: Bahasa Sunda, Jawa, Batak, dll.)
- Kesenian (Contoh: Reog Ponorogo, Tari Pendet Bali, Musik Keroncong, kesenian Wayang kulit dan Wayang Golek, lagu Si Patokaan dari Sulawesi Utara, kesenian Lenong Betawi, kesenian Debus, Tari Tor-Tor, Tari Lego-Lego, alat musik Sasando dari NTT, alat musik angklung dari Jawa Barat dll.)
- Sistem mata pencaharian hidup (Contoh: Berburu, Bertani)
- Sistem teknologi dan peralatan (Contoh: Keris, Kujang, Rencong, Clurit)

C. Id, Ego, Superego
1. Id
Struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak. Id merupakan libido murni, atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran. Id diatur oleh prinsip kesenangan, mencari kepuasan instingtual libidinal yang harus dipenuhi baik secara langsung melalui pengalaman seksual, atau tidak langsung melalui mimpi atau khayalan. Proses pemenuhan kepuasan yang disebutkan terakhir yang dilakukan secara tidak langsung disebut sebagai proses primer. Objek yang nyata dari pemuasan kebutuhan langsung dalam prinsip kesenangan ditentukan oleh tahap psikoseksual dari perkembangan individual.
2. Ego
Sturktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain. Ego diatur oleh prinsip realitas, Ego sadar akan tuntunan lingkungan luar, dan mengatur tingkah laku sehingga dorongan instingual Id dapat dipuaskan dengan cara yang dapat diterima. Lingkungan yang dapat diterima disebut sebagai proses sekunder.
3. Superego
Struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun. Dibandingkan dengan Id dan Ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, Superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi Superego menunjukan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan kontrol diri melalui sistem imbalan dan hukuman yang terinternalisasi.
Dari uraian diatas dapat mengkaji aspek tindakan manusia dengan analisa hubungan antara tindakan dan unsur-unsur manusia. Seringkali misalnya orang senang terhadap penyimpangan terhadap nilai-nilai masyarakat dapat diidentifikasi bahwa orang tersebut lebih dikendalikan oleh Id dibandingkan Superegonya.

Sunday, October 16, 2016

TUGAS PERTAMA ILMU BUDAYA DASAR

A. Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Awalnya, saya mengira bahwa Ilmu Budaya Dasar yaitu suatu ilmu yang semata-mata hanya mempelajari tentang kebudayaan saja. Namun lebih dari itu, ternyata Ilmu Budaya Dasar memiliki arti yang lebih luas. Ilmu Budaya Dasar adalah ilmu yang mempelajari sebuah dasar-dasar pengetahuan sosial dan konsep kebudayaan tentang nilai perilaku yang dibentuk oleh manusia untuk mengatur kehidupannya dalam sehari-hari, sehingga mampu mengkaji masalah sosial dan budayanya.
Penerapan Ilmu budaya dasar dalam kehidupan sehari-hari, contoh kecilnya yaitu komunikasi antar keluarga, pergaulan kita terhadap teman, yang mungkin kita dapat mengetahui bagaimana kita dapat memahami sifat dan karakteristik setiap orang. Begitupun dalam bermasyarakat, dalam interaksi kita harus memahami norma-norma dalam masyarakat agar tercipta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Contoh luasnya penerapan Ilmu Budaya Dasar dalam kehidupan manusia seperti dalam aspek bersikap dalam kehidupan yang berbeda-beda sehingga kita dapat menempatkan diri pada situasi apapun yang akan kita hadapi. Dalam penerapan ilmu ini, faktor pendukungnya antara lain adalah agama atau kepercayaan kita terhadap Tuhan, dimana dalam agama itu sendiri kita sudah pasti diajarkan bagaimana kita harus menjaga interaksi kita terhadap Tuhan dan sesama manusia, agar tercipta hubungan yang harmonis dalam kehidupan. Inti dari Ilmu Budaya Dasar dalah kehidupan bermasyarakat, yaitu sejauh apa Ilmu Budaya Dasar dapat mempengaruhi sikap dan tata cara kita dalam bermasyarakat. Bila kita sudah mempunyai dasar yang kuat, dapat diyakini bahwa kita akan dapat membawa diri dalam masyarakat.

B. Tujuan Mempelajari Ilmu Budaya Dasar bagi Mahasiswa
- Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
- Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
- Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin ilmu masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin ilmu yang ketat. Usaha ini terjadi karena ruang lingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia spesialis yang berpandangan kurang luas, kedaerahan, dan pengkotakan disiplin ilmu yang ketat.
- Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancar dalam berkomunikasi.
Pengaplikasiannya dalam kehidupan nyata, salah satu contohnya yaitu apabila seorang mahasiswa Psikologi yang sedang mengikuti KKN (Kuliah Kerja Nyata) di daerah terpencil seperti di Pulau Rote, NTT. Meskipun ia berasal dari Suku Jawa, namun ia dapat mudah untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru walaupun dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda. Selain itu, ia lebih tanggap dan kritis terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di sekitar terutama yang berkaitan dengan masalah kemanusiaan dan kebudayaan. Ia juga menerapkan manfaat disiplin ilmu yang telah ia peroleh selama menuntut ilmu untuk ikut membangun kemajuan daerah tersebut.

C. Definisi Budaya Menurut para Ahli
- Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski, mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
- Herskovits, memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
- Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan, serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual, dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
- Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
- Menurut Selo Soemardjan, dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Budaya dalam kehidupan sehari-sehari contohnya seperti di Indonesia sendiri, terdapat berbagai contoh adanya keterkaitan antara manusia dan kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti halnya saja contoh konkritnya yaitu bergotong royong. Gotong royong merupakan ciri khas dari kebudayaan Indonesia yang sampai saat ini masih sering diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sejak zaman leluhur. Dengan adanya gotong royong, dapat membuat sesama manusia saling tolong-menolong satu sama lainnya. Namun di zaman modern seperti saat ini, bergotong royong tampaknya sudah jarang kita temui di daerah perkotaan. Karena daerah perkotaan cenderung menganut kebudayaan individual dengan mengandalkan ego masing-masing.